Atlantis [IV]: Jaman Perunggu [...dan Peternakan Ayam]

1

November 29, 2012 oleh Hesperonesia

“Implementasi Jaman Perunggu di Eropa datangnya dari Atlantis. Penduduknya juga yang pertama kali memproduksi besi. ” (Ignatius Donelly-“Atlantis:The Antediluvian World”)

.

Jaman Perunggu dimulai sekitar 5000-6000 tahun yang lalu sekaligus menjadi salah satu tonggak sejarah terpenting dalam bidang pelogaman. Perunggu di buat dari peleburan yang kompleks dari tembaga dan timah dan masih di produksi hingga sekarang. Mediterania miskin timah, kontradiksi dengan Asia Timur dan Asia Tenggara sebagai sumber timah terbesar di dunia baik dari jaman kuno hingga sekarang [1]. Tetapi pada saat itu timah bukanlah satu-satunya yang di bawa oleh orang Asia Timur dan maritim Austronesia karena para arkeologi telah menemukan cengkeh-cengkeh di dalam bejana kapal di Suriah (Kanaan) dengan bukti penanggalan setidaknya tahun 1721 SM [2]. Bangsa Fenisia ternyata telah membawa cengkeh di awal kelahiran aksaranya, bahkan lebih awal lagi, kira-kira tahun 3000 SM, Mesopotamia telah menggunakan tumbuhan khas Maluku itu untuk daging yang sudah tidak segar lagi, sekaligus untuk pengobatan panas-dalam [3].

artefak jaman perunggu

.

Karena jaman keemasan perdagangan cengkeh antara Nusantara dengan pedagang-pedagang dari berbagai bangsa seperti India, Arab, Eropa, masih beberapa ribu tahun kemudian, maka cengkeh tentunya di konsumsi sendiri oleh Sumer dan Fenisia. Hubungan dagang yang sudah terjalin sejak awal peradaban ini menandakan mereka berkomunikasi dengan bahasa yang sama, atau setidaknya di mengerti oleh ketiganya (Sumer, Maluku, Fenisia). Sumeria menyebut orang-orang laut tersebut sebagai bangsa Magan dan Meluhha/ Melukha (Maluku).

Hubungan ketiganya sebenarnya wajar jika di lihat dari apa yang tertulis di dalam dialog Kritias. Plato menulis bahwa di awal kehidupan, ada dua komunitas yang berbeda yang ia ibaratkan sebagai ‘gembala’ dan ‘pelaut’. Kanaan dan Sumeria adalah bangsa pelaut berorientasi ke hilir sekaligus pendiri kota-kota pelabuhan pertama di Timur Jauh yang tentunya mempunyai tradisi yang sama dengan pelaut-pelaut ulung Austronesia.

Sumer (Akkad: Sumeru, Ibrani: Shinar, Mesir: Sangr/Sangir) merupakan peradaban tertua di dunia termasuk yang pertama menyumbangkan ilmu-ilmu peradaban seperti; literatur, irigasi, hukum, agama, ilmu-ilmu ukur (aritmatika, geometri, kalender, arsitektur), dan sebagainya. Kota-kota Sumer adalah yang pertama memulai peradaban agrikulturnya sejak 5300 SM dan perkembangan sistem penulisannya sudah di mulai sejak 3500 SM [4]. Karya-karya literatur Sumer adalah yang tertua di dunia [5] yang tetap terjaga hingga era Babilonia, lalu berkembang hingga Timur Tengah dan Mediterania, dan memberi kontribusi yang tidak sedikit khususnya kepada Yunani dan Yahudi. Misalnya saja, dua dari empat sungai taman Eden bernama Tigris dan Euphrat. Nama Eden (dn; berlimpah, subur) sendiri mungkin berasal dari kata Sumer, Edin (daratan). Kemudian kisah Air Bah Ziusudra (Babilon: Utnaphistim, Ibrani: Nuh, Yunani: Deukalion), kisah Enmerkar dan penguasa dari Aratta (kisah menara Babel/ kekacauan bahasa/ Etemenanki), Ratapan kota Ur (Kitab Ratapan) [6][7][8], juga kisah Kain dan Habil, yang mirip dengan perselisihan petani dan penggembala Lahar dan Ashnan, juga Enten dan Emesh (musim panas dan dingin). Sebagain justru lebih mirip lisah-kisah kembar di Indonesia Timur sehingga oleh Stephen Oppenheimer di simpulkan sebagai perselisihan antara dua bangsa besar serumpun Melanesia Utara (yang bertutur Austronesia) dan Melanesia Selatan (yang bertutur Papua), sehingga ia pun harus membuat bab tersendiri di dalam bukunya (East in Eden).

Selain itu bahasa Sumer tidak sama dengan rumpun Indo-Eropa (India, Eropa) atau Afro-Asiatik (Mesir, Berber, Semit, dsb). Meski sudah lama punah, Paul Kekai Manansala, mendapatkan banyak kata-kata Sumer di dalam rumpun Austrik (Asia Tenggara, Asia Selatan, Oceania) [9]. Apalagi di samping cengkeh, Sumer juga menggunakan kerbau Asia, kemungkinan berasal dari jenis Asia Tenggara (kerbau rawa, swamp buffalo, bubalus bubalis carabanesis) ketimbang kerbau India (kerbau sungai, river buffalo, bubalus bubalis bubalis), seperti yang terlihat pada segel buatan milenium ke-3 SM di bawah ini [10].

Seal of Sharkalisharri millenium ke 3 SM Sumeria (De Clerq Collection)

.

API DARI LANGIT

Di dalam dialog Timaeus tertulis bahwa ketika Solon menceritakan manusia pertama dan pahlawan banjir, si pendeta menambahkan kisah api Phaeton yang jatuh dari langit. Menariknya di dalam Bible terdapat kisah Ayub yang menulis fenomena alam ini. Ayub (Iyov, Aiow, Ayaw) adalah seseorang yang bernasib malang karena kekayaannya hilang dan keluarganya tewas. Dalam kepasrahannya ia menulis apa yang telah menimpa dirinya dalam bentuk syair, termasuk berita-berita buruk yang ia dengar dari para pekerjanya;

“Api Tuhan telah jatuh dari langit dan telah membakar domba-domba, dan para pekerja, dan telah melahap mereka, dan aku sendiri yang luput dan memberitahukan berita ini kepadamu…” (Ayub 1:16)

“….Dan lihatlah, ada angin besar(badai) datang dari padang gurun, dan menghantam keempat penjuru rumah, dan rumah itu menimpa orang-orang muda (putra-putri Ayub), dan mereka mati; dan hanya aku sendiri yang terluput untuk memberitahu secara langsung kepadamu.” (Ayub 1:19)

Ayub mempunyai 7000 ekor domba,  3000 ekor onta, 500 pasang lembu, 500 keledai betina, dengan banyak pekerja membuatnya sebagai orang terkaya di wilayah timur (ayat 3). Bayangkan, dari jumlah dombanya saja Ayub pasti membutuhkan sebuah lahan yang sangat luas. Tetapi sebuah api yang cukup besar turun dari langit dan menewaskan para pekerja dan ternak-ternaknya. Belum lagi datangnya bencana susulan berupa topan badai yang menghancurkan rumah dan menewaskan putra-putri Ayub.

Menakjubkan memang, betapa ‘curhat’ Ayub justru merekam fenomena alam ini. Apalagi, berdasarkan kronologi, kehidupan Ayub sebelum kehidupan Abraham. Ayub dan Nuh adalah dua contoh karakter utama Bible yang terkait dengan bencana, masing-masing dengan unsur api dan air, dan mewakili dua komunitas berbeda (gembala dan pelaut), mirip dengan leluhur Yunani dan Mesir yang masing-masing bermukim di hulu dan hilir negeri Atlantis.

.
Salah satu catatan sejarah yang menarik di Jaman Perunggu adalah bangsa Maya, Mesir, dan Hindu memulai era baru di waktu yang hampir bersamaan. Maya memperlakukan kalender baktun dimulai dari 11 Agustus (atau 6 September) 3114 SM [11] dan berakhir 5126 tahun kemudian (Desember 2012). Di waktu yang bersamaan, Mesir memasuki dinasti pertamanya (3200-3100 SM) dan mengumandangkan nama mn (Menes, Meni) sebagai julukan Narmer sang pemimpin pemersatu Mesir Raya. Lalu Hindu lahir di era yang sama atau jaman Kali Yuga (3100 SM) di pimpin Manu, julukan pemimpin manusia, sama dengan Meni atau Menes. Kemudian nama-nama yang mirip, juga perannya sebagai pemimpin manusia, terdapat di berbagai mitologi dunia lainnya, seperti Manus pemimpin manusia versi Jerman yang menempuh jalur darat. Manus mempunyai tiga putra yang menjadi pemimpin-pemimpin awal. Lalu pulau Kreta di pimpin Raja Minos. Ia dan dua saudaranya yang lain di sebut Tiga Hakim manusia. Lalu leluhur Irlandia bernama Mananan Si Putra Samudra (Mac Lir), Inca juga dengan Manco Cápac (Manku Kapak) sebagai pemimpin sesudah banjir, dan mungkin masih banyak lagi lainnya. Kata ‘manusia’ juga berdekatan dengan nama-nama leluhur, pemimpin, atau pahlawan itu sendiri, seperti bagan berikut ini [12];

.

Manusia – Indonesia
Manus, Manawa – Sanskrit
Manus – Proto-German
Manup (legenda) – Austronesia
Man/ Human – Inggris
Manus, Manuscithra -Avestan Persia
Manu (legenda) -Sanskrit
Manesh – Oceania
Manna – Rwaanda
Mani – Chadic
Mananan (legenda) – Celtic
Mantar – Tamil
Mundu – Papua
Mun – Somali
Mnus – Khmer
Mies – Finlandia
Min (dewa kesuburan) – Mesir

.

Salah satu kejadian alam yang mungkin terkait, adalah keberadaan Burckle Crater (Kawah Burckle), sebuah kawah yang terletak di dasar samudra India antara Madagaskar dan Australia. Kawah yang terbentuk karena dampak jatuhnya komet atau meteor ini mempunyai diameter kurang lebih 30 km [13] dengan kedalaman 3800 meter dari permukaan. Kejatuhan benda langit ini di perkirakan sekitar 3000 SM-2800 SM. Dampak seperti kebakaran, topan badai, megatsunami, bisa saja terjadi seperti yang di gambaran Ayub dalam syair-syairnya. Kejadian ini di duga kuat juga erat hubungannya dengan Sumeria yang memulai dinasti pertamanya di Kish pada tahun 2900 SM. Di dalam Daftar Raja Sumeria juga tertulis “Setelah banjir memusnahkan segalanya, dan jabatan raja turun dari langit, kerajaan berada di Kish.”

.
Hasil penelitian arkeologi di Irak mengeluarkan bukti kuat adanya banjir bandang melanda Shuruppak (Tell Fara) dan beberapa kota Sumer lain, memanjang ke utara hingga ke kota Kish. Radiokarbon dari satu lapis endapan menunjukkan angka kira-kira 2900 SM, di dukung penemuan lain berupa tembikar dari periode Jemndet Nasr (3000 SM-2900SM) di bawah lapisan banjir di Shuruppak [14]. Ini juga di dukung penemuan prasasti “Instruksi dari Shurrupak” [15] yang berumur 2600 SM [16] yang isinya mirip “sepuluh perintah” dalam kisah Musa. Instruksi tersebut mungkin di bawa pahlawan banjir Ziusudra karena Shurrupak pada saat itu di bawah kepemimpinan ayahnya, raja ke-8 (atau ke-9) bernama Ubara-Tutu [17].

Hampir bersamaan dengan dinasti pertama di Kish, peradaban Indus juga juga memasuki era awal Mature Harrapan pada tahun 2800 SM sementara Minoan di pulau Kreta 2700 SM, Cina memulai pre-dinasti Xia di sekitar tahun 2850 SM, peradaban Caral di Norte Chico, Peru sekitar 2700 SM-2600 SM, dan periode Helladik (2800 SM) di Yunani.
Bangunan monumental juga di bangun seperti proto-piramid (piramid tangga) seperti piramid Djoser di Saqqara (Mesir), Ziggurat tangga (Sumer), dan piramid di Caral di Norte Chico (Peru), di waktu yang hampir bersamaan (2700 SM-2600 SM), termasuk Stonehenge di Britania.

.

roto-piramid di Joser-Mesir

Caral-Peru

Stonehenge Inggris

Daftar para raja dan kota-kota sebelum Air Bah

Babilon 2000-1800 SM

DI ERIDU: ALULIM RAJA 28,800 TAHUN. ELALGAR RAJA 43,200 TAHUN. ERIDU DI TINGGALKAN. KERAJAAN JATUH KE BAD-TIBIRA. AMMILU’ANNA RAJA 36,000 TAHUN. ENMEGALANNA RAJA 28,800 TAHUN. DUMUZI RAJA 28,800 TAHUN. BAD-TIBIRA DI TINGGALKAN. KERAJAAN JATUH KE LARAK. EN-SIPA-ZI-ANNA BERKUASA 13,800 TAHUN. LARAK DI TINGGALKAN. KERAJAAN DI SIPPAR. MEDURANKI BERKUASA 7,200 TAHUN. SIPPAR DI TINGGALKAN. KERAJAAN BERADA DI SHURUPPAK. UBUR-TUTU BERKUASA 36,000 TAHUN. TOTAL: 8 RAJA, LAMA BERKUASA: 222,600

MS 3396 “Instruksi dari Shuruppak” ±2600 SM

http://www.earth-history.com

“Instruksi dari Shuruppak” bisa d bilang pelopor “10 Perintah” dan beberapa amsal lain dari Bible: baris 50: Tidak boleh mengutuk dengan arti yang kuat (Perintah ke-3); baris 28: Tidak boleh membunuh (Perintah ke-6); baris 33-34: Tidak boleh bersenda-gurau atau berduaan dengan wanita yang telah menikah (Perintah ke-7); lines 28-31: Tidak boleh mencuri atau melakukan perampokan (Perintah ke-8); dan baris 36: Tidak boleh mengeluarkan kata-kata dusta (Perintah ke-9).

.

MANU-SIA

Upacara Rumages (syair ke-28);

Dan mereka suami istri (Toar dan Lumimu’ut) berketurunan…

Makarua Siouw (2 x 9) adalah anak-anaknya…

Makatelu Pitu (3 x 7) adalah cucu-cucu…

Dan dengan tiga wanita Pasiowan menurunkan buyut-buyut, cece-cece…

.

.

.

Sekitar 2000-3000 tahun lalu Indo-Eropa mempunyai dua peradaban besar, Hellenes dan Hindu, masing-masing mewakili dunia barat dan timur. Di barat bahasa Yunani di gunakan sebagai bahasa pengantar terlihat dari nama-nama perkotaan di Kanaan (Byblos, Tyre) atau Mesir (Alexandria, Thebes, Memphis, Heliopolis, Hermopolis) termasuk juga dewa-dewanya (Hathor, Osiris, Isis, Horus, Neith, Bellus, dan sebagainya). Situasi di dunia timur juga tidak jauh berbeda, nama-nama Sansekerta di gunakan hampir di berbagai wilayah Asia Selatan dan Asia Tenggara menjadi bukti kejayaan Hindu.

Hellenes dan Hindu juga sama-sama mempunyai laut yang ibarat kolam, mempunyai pulau-pulau dan gunung-gunung api, rawan akan bencana gempa dan tsunami, dan identik dengan karakter yang selalu di gambarkan membawa trisula; Poseidon dan Siwa. Menurut ajaran Hindu, Siwa artinya pelebur dan pemurnian. Dalam bahasa sansekerta sendiri Siwa (Shiva, Siva) artinya; yang baik, ramah,  menguntungkan, dan sebagainya [18]. Tamil mengartikannya sebagai “Yang Tertinggi” dan Dravida menghubungkannya dengan Rudra (merah) salah satu aspek Siwa di arah barat daya (di sudut L). Menurut mitologi Minahasa, barat-daya adalah negeri leluhur mereka. Bencana besar yang terjadi menyebabkan leluhur (Lumimuut) keluar dari sana.

.

Bahasa sembilan
Austronesia siwa
Batak, Bali, Tetun (Timor) si, sia, asia, siwa
Minahasa siouw
Sasak siwa’
Kei (Veveu evav) siuw
Gayo, Karo siwah*
Maori iwa
Fiji ciwa
Rapanui (pulau Paskah) iva
Hawaii ‘eiwa
Paiwan siva
Tagalog siyam
Malagasy (Madagaskar) sivy

Sia, Asia, Siwa, dalam rumpun Austronesia artinya sembilan. Sementara dalam bahasa Ibrani dan Inggris (Shiva, Shiv’ah, Seven) artinya tujuh [19]. Sementara kata manu(k) atau mani dalam rumpun Austronesia artinya manusia dan burung/ unggas, kata ‘manusia’ lebih banyak variasinya seperti; manesh, manus, mani, manik, manika, anak-mani, menik, dan sebagainya.

Konstelasi Manu (Burung Agung) merupakan konstelasi terbesar di langit Pasifik dan juga menjadi kata kiasan untuk perahu outrigger yang ‘bersayap’ itu. Kecepatan yang di peroleh ketika mengendarai perahu tradisional yang menyaingi kecepatan burung ini juga menjadi faktor utama kebanggaan, bahkan leluhur pun di sebut ‘manusia burung’ (Tangata Manu). Jadi kata ‘manusia’ merupakan identitas ‘manusia-burung’, bangsa maritim Austronesia. Tradisi Batak juga mempunyai konstelasi utama yang mempresentasikan Manuk (ayam) yaitu Orion yang bentuknya seperti X atau K. Batak menyebutnya Sialasungsang (atau Sia saja). Seperti Manu (Hindu), tentunya Sia juga berhubungan dengan siklus kehidupan manusia, karena pada dasarnya Orion di gunakan sebagai alat navigasi, perhitungan tanam-tuai, dan alat penyimpan sejarah. Sementara di gunakannya ayam sebagai simbol mungkin karena aktifitas sehari-hari di mulai dari kokokannya sebagai ‘pembangun matahari’, di luar kegunaan daging, telur, dan bulunya.

.

Sia (Orion)

.

Orion mungkin paling terkenal dan mudah di kenali karena deretan tiga bintangnya dan mewakili banyak profesi seperti; pemburu, petani, pelaut, atau kesatria-pedang. Orion juga mengarah ke diri Atlas sesuai dengan simbolnya yang mirip orang sedang menahan beban. Atlas mungkin menjadi karakter unik dan terkenal di Mediterania, tetapi di wilayah Pasifik merupakan karakter umum seperti; Pong Tulak Padang (Toraja), To Mekambi (Mamasa), Pangu (China), Tane (Maori), Mala/ Mangala (Batak). Dan bukan itu saja, tiga saudara kembar Atlas juga terdapat di dalam tradisi-tradisi Pasifik. Atlas, Prometheus, Epimetheus, dan Menoetius adalah putra-putra dewa Iapetus dari generasi Titan. Salah satu dari putranya, Prometheus, di juluki si penemu api. Begitu pula dengan salah satu dari Empat Maui bersaudara (Maori) yang mempunyai julukan sama. Lalu ada Empat Itza Chacobs (Maya), Empat putra Horus (Mesir), dan tentunya Empat pahlawan Atlantis (Cecrops, Erechtheus, Erichthonius, Erysichthon), dan bisa di bandingkan dengan Empat dewa Nordik  (Frey, Tyr, Odin, Thor).

Itza Chacobs di empat sudut kosmik Maya

Sumber; piramid Chichen Itza (Douglas.T.Peck: The Origin of The Advanced Maya Civilization in the Yucatan)

.

Kita kembali pada karakter Manu, Minos, Min, dan lain sebagainya, yang menjadi raja, dewa, atau julukan pemimpin manusia, terkait dengan awal peradaban dan kisah banjir di berbagai tradisi dunia. Di dalam ajaran Hindu, Manu adalah julukan bagi pemimpin manusia di setiap kehidupan. Waiwaswata adalah pemimpin manusia di jaman sekarang di juluki sebagai Manu yang ke-7. Ia merupakan pahlawan banjir seperti Nuh, tetapi lebih mendekati tradisi Atlantis. Sebagai orang laut ia bermukim di darat dan mempunyai 10 keturunan yang merupakan kerajaan-kerajaan pertama di bumi. Salah satu anaknya yang bernama Ila, secara berkala suka bergonta-ganti jenis kelamin. Kata ila atau ilha dalam rumpun Indo-Eropa artinya ‘pulau’ tentunya bentuk maskulinnya mengarah ke gunung. Sementara Atlas yang identik dengan ‘gunung’ merupakan raja di negeri Atlantis (Atlas dalam bentuk feminin) yang juga mengarah ke ‘kawah’, ‘danau’, termasuk ‘pulau’. Poseidon (‘pengguncang bumi’) dan Siwa (‘penuntas’) juga sebagai simbol kepulauan yang mempunyai gunung berapi. Tambahan dari karakter Poseidon-Atlantis adalah menaiki kereta kuda seperti layaknya dewa Surya, yang tidak lain adalah ayah Waiwaswata.

.

AMDUAT: NEGERI-ASAL DI DUNIA BAWAH

.

Secara genetik ayam modern sekarang berasal dari Asia, yaitu subspesies Gallus di timur laut Thailand [20]. Menurut bukti-bukti terakhir, unggas ini sudah di pelihara sejak 10.000 tahun lalu di Vietnam [21]. Jika di bandingkan dengan data oseanografis Oppenheimer yang memfokuskan pada tiga seri banjir besar terakhir yang terjadi sekitar 14.000, 11.500, dan 8.000 tahun lalu [22], maka penemuan di Vietnam tersebut setelah peristiwa banjir kedua, atau banjir Atlantis. Sementara bukti-bukti pembersihan hutan berusia 8000 tahun di sekeliling danau Toba [23], menurut Oppenheimer merupakan aktifitas setelah banjir bah yang ketiga. Di luar Toba juga da penemuan ‘sampah dapur’ atau tumpukan cangkang kerang yang berusia 7000-8000 tahun [24] di pinggir danau Tondano (Sulawesi Utara).

Masih di periode yang sama, tulang-tulang ayam berusia 6000-4000 SM di temukan di Yangshao dan Peiligan, China. Padahal iklim pada saat itu (Holocene) tidak sesuai dengan kehidupan alami spesies jenis Gallus tersebut [25]. Kemudian aktifitas perdagangan maritim di timur Indonesia sudah di mulai sekitar 7000 tahun lalu. Usulan ini di keluarkan oleh Wilhem Solheim, arkeolog senior yang khusus menangani sejarah di Asia Tenggara. Ia juga mencetuskan istilah JKPMN atau Jaringan Komunikasi dan Perdagangan Maritim Nusantao (Nusantara) untuk bangsa-bangsa maritim yang lalu-lalang di kawasan samudra Asia-Pasifik tersebut [26].

Kemudian budaya Samarra (5500-4800 SM) di mulai di utara Mesopotamia [27] termasuk periode singkat budaya Ubaid di pesisir selatan dengan keberadaan kota Eridu (5300-4700 SM) [28]. Hampir bertepatan dengan kronologi Bible, kehidupan Adam di mulai sekitar 5500-4000 SM [29], dan ajaran Bahá’í mempercayai Adamic cycle (“siklus-manusia”) yang di mulai 6000 tahun lalu [30] seumur dengan bukti-bukti perdagangan Nusantara dengan kepulauan Admiral di Pasifik Barat yang jaraknya kurang lebih 3500 km [31], dan seumur dengan mangkuk bergambar Apep yang di temukan di Mesir (4000 SM) di Naqada I (sekarang Kairo) [32].

Apep adalah serpent atau mahluk meliuk-liuk yang di potong-potong oleh Ra baik maskulin masupun feminin (Ra, Atum, Bast, Maat) di duat (dunia bawah). Simbol ini menjadi benang merah kronologi di atas karena terdapat di berbagai tradisi kuno lainnya sebagai simbol pergantian jaman seperti, Kur dan Enki (Sumeria), Padoha dan Batara (Batak, Bali), Vritra dan Indra (Vedik), Leviathan dan Pedang Tuhan (Yahudi), Kundalini dan Siwa (Hindu), dan masih banyak lagi lainnya. Di dalam mitologi Sumeria, Kur di potong-potong mengakibatkan banjir [63]. Selain sebagai nama mahluk, gunung, dan darat, nama Kur juga mempresentasikan dunia bawah, dan di sini Kur merupakan ruang hampa yang terletak antara bumi (Ma) dan perairan purba (Apzu).

Mesir kuno merinci pertemuan antara Ra dengan Apep di dalam kitab Amduat (“penghuni dunia bawah”), kitab yang merinci perjalanan matahari di malam hari. Begini, setelah bersinar selama 12 jam, lalu Ra terbenam di barat, kemudian ia memulai perjalanan ke dunia bawah (Duat, Tuat, Dewat) juga selama 12 jam. Pada jam-jam pertama Ra memasuki dunia bawah, ia melintasi dua perairan, yaitu dunia air Wernes dan dunia air Osiris. Kemudian Ra mengalami kesukaran di dunia berpasir Sokar, yang di personifikasikan sebagai burung elang. Setelah menempuh jalan berliku dan di seret dengan perahu-ular menelusuri Sokar dengan ber zig-zag, Ra kemudian menemukan makam Osiris pada jam ke-5, di bawah danau api yang tersembunyi dan tertutupi oleh gunung atau bukit yang mirip piramid. Di atasnya ada Isis dan Nephthys seperti burung pemangsa kembar yang bercahaya (atau dua burung layang), dan ini semua terjadi pada 6 jam pertama.

Mehen, permainan papan Mesir kuno sejak 3000 SM

Pada 6 jam berikutnya, jiwa Ra (‘ba’) menyatu dengan raganya (atau menyatu dengan ‘ba’ Osiris) dalam bentuk lingkaran Mehen atau melingkar hingga ke satu titik pusat, mirip labirin. Mehen sendiri merupakan permainan papan (board-game) Mesir kuno yang di mainkan sejak 3000 SM [34]. Peristiwa ini juga merupakan titik terpenting di mana matahari mengalami pembaharuan atau lahir kembali namun juga berbahaya karena ada serpent Apep yang telah menunggu pada jam ke-7. Ketika bertemu, Apep harus di tundukkan dengan bantuan Isis dengan kekuatan Set dan wakilnya Serqet. Setelah itu, Ra dengan penuh semangat mendayung meninggalkan dunia Sokar, keluar dari Duat, lalu siap-siap terbit kembali [35].

.

Matahari Bahasa
Māori
Kaingang (Brazil)
Araw Tagalog
Ari/Are Toba, Minahasa
Ra’a Rapa Nui (pulau Paskah)
Hawaii
La Xokleng (Brazil)
Luo Nias
Alo Toraja
rau-* Sera, Sissano
rato-* Are’are
  ra, ra’a-* Oceanik
lara-* Aru
lea-* Ambon

Ra merupakan kata dasar untuk ‘matahari’ dalam rumpun bahasa Austronesia [36], yang sangat luas penyebarannya di dunia [37]. Mulai dari Madagaskar di Afrika timur hingga pulau Paskah (Rapa Nui) di Pasifik barat, mulai dari Hawaii di Pasifik hingga Maori di Selandia Baru, dan bisa lebih luas lagi mengingat Rapa Nui berada di wilayah Chile Amerika selatan, dan suku-suku Indian seperti Kaingan dan Xokleng berada di wilayah Brazil. Intinya, siapapun penulis kitab Amduat tersebut, ia mengetahui betul dunia bahari, navigasi atau perbintangan.

Kembali ke penelusuran penyebaran ayam, bukti-bukti peternakannya kemudian di temukan di peradaban Indus (Harappa dan Mohenjo-Daro) dan di perkirakan berusia 3000-2000 SM, sementara penyebaran melewati jalur utara mencapai Ukraina, Rumania, Turki, dan Yunani sekitar 3000 SM (sekali lagi, ayam, penting bagi Yunani kuno di gunakan sebagai persembahan kepada Athena, Ares, dan Herkules). Sementara penyebaran ayam di Mediterania di mulai dari Suriah sekitar 2000 SM hingga wilayah barat Eropa (Iberia) di sekitar milenium pertama SM yang di lakukan oleh Fenisia, dengan menyisakan kasus yang paling menarik di Mesir di mana ayam di gunakan untuk sabung-ayam terlebih dahulu (1400 SM) dan baru di ternakkan secara luas sekitar tahun 300 SM [38].

.

REFERENSI:

1.Tin sources and trade in ancient times – Wikipedia

2.Clove – Wikipedia (Spice: The History of Temptation – Jack Turner (2004))

3.Past World – The Times – Atlas of Archaeology, hal.38)

4.Past World – The Times – Atlas of Archaeology, hal.38)

5.Sumer – Wikipedia

6.Sumerian literature – Wikipedia

7.Book of Lamentations – Wikipedia

8.Lament for Ur – Wikipedia

9.sambali.blogspot.com

10.Paul Kekai Manansala – Quests of the Dragon and Bird Clan: “The Water Buffalo” sambali.blogspot.com

11.32nd century BC – Wikipedia

12.“Austrics in India” (2009) oleh: Paul Manansala dan Torsten Pedersen http://www.angelfire.com/rant/tgpedersen/austric.html http://www.angelfire.com/rant/tgpedersen/austric.txt

13.Burckle Crater – Wikipedia

14.Sumerian King List – Wikipedia

15.Instructions of Shuruppak – Wikipedia

16.Ancient literature – Wikipedia

17.Daftar raja Sumeria – Wikipedia bahasa Indonesia

18 (Shiva – Wikipedia)

19 (Shiva (Judaism) – Wikipedia)

20 (Chicken – Wikipedia) (The Cambridge History of Food,2000, Cambridge University Press, vol.1, hal496-499).

21 (Chicken – Wikipedia) (David M Sherman (2002) “Tending in the Global Village”)

22 (Oppenheimer 5, 13,23, 33)

23 (Oppenheimer 146) (B.K Maloney dan F.G McCormac, ‘Palaeoenvironments of North Sumatra: A 30.000 Year Old Pollen Record From Pea Bullock’, dalam Indo-Pasific Prehistory Association Bulletin, 1996 (The Chiang Mai Papers), jil.1, hal.73-81)

24 (hurahura.wordpress.com/2010/07/26/sampah-kerang-passo-%E2%80%A6-situs-prasejarah-yang-terlupakan

25 (Chicken – Wikipedia)

26 (Nusantao Maritime Trading and Communication Network – Wikipedia)

27 (Samarra – Wikipedia)

28 (Ubaid period – Wikipedia)

29 (Chronology of the Bible – Wikipedia)

30 (Adam – Wikipedia)

31 (Oppenheimer 116)

32 (Apep – Wikipedia)

33 (Kur – Wikipedia)

34 (Mehen (game) – Wikipedia)

35 (Amduat – Wikipedia)

36 (Proto-Austronesian language – Wikipedia) (*”Austric” oleh: Paul Manansala, di perluas oleh: Torsten Pedersen 2009)

37 (Bahasa Austronesia – Wikipedia bahasa Indonesia)

38 (Chicken – Wikipedia)

One thought on “Atlantis [IV]: Jaman Perunggu [...dan Peternakan Ayam]

  1. anasaia mengatakan:

    “Api Tuhan telah jatuh dari langit dan telah membakar domba-domba, dan para pekerja, dan telah melahap mereka, dan aku sendiri yang luput dan memberitahukan berita ini kepadamu…” (Ayub 1:16)

    membacanya, Imajinasi saya tertuju ke batu hajarul aswad yang terletak dalam ka’bah, saudi arabia.
    Kesimpulan saya sementara:
    Mungkin saja hajarul aswad adalah batu meteor yang dikatakan nabi ayub : “Api Tuhan”.

yuk

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: